Lidah
Buaya (Aloe vera)
Lidah buaya dikenal juga dengan sebutan medicinal aloe,
ditemukan sejak 1500 Sebelum Masehi, tersebar mulai dataran Afrika yang tandus,
dataran Eropa, India, China, Asia yang tropis, hingga di benua Amerika. Telah
dipergunakan sebagai obat tradisional oleh bangsa Romawi, Arab dan China.
Tanaman ini mudah tumbuh dimedia
tanah berhumus campur pasir, cukup sinar matahari dan air, tidak bisa tumbuh
didaerah yang bersalju. Musim kemarau apabila tidak disiram, lidah buaya
sepertinya “mati”, namun dimusim hujan akan hidup dan tumbuh lagi.
Yang dapat diperoleh dari daun lidah
buaya adalah “gel” atau seperti agar dalam jumlah banyak, dan cairan dari kulit
bagian luar yang jumlahnya sedikit. Pabrik Farmasi menggunakan cairan dari
kulit lidah buaya sebagai obat pencahar. Sedangkan gelnya dipergunakan sebagai
obat luar untuk luka bakar, untuk mempercepat penyembuhan luka dan untuk kulit
yang mengalami radang karena sengatan serangga, atau alergi. Untuk alergi harap
hati-hati, karena ada orang yang malah sensitif terhadap gel lidah buaya,
walupun mungkin jarang terjadi.
Sebagai obat tradisional, lidah
buaya dipakai untuk jerawat, infeksi jamur, sakit kulit karena alergi,
mengobati rambut rontok. Lidah buaya juga dibuat minuman (belum banyak
ditunjang oleh penelitian) untuk mengobati sakit mag, radang usus besar, wasir,
glukoma, untuk kencing manis (diabetes mellitus), menurunkan lemak darah, dan
untuk hepatitis. Pada kucing dan anjing yang menderita kanker, untuk merangsang
immunitas. Tapi suntikan cairan daun lidah buaya pada beberapa penderita
kanker, menyebabkan kematian dan dokternya kehilangan ijin prakteknya (di Amerika,1997).
Gel lidah buaya mengandung mineral
K+, Na+, Ca++, Mg++, Mn++, Cu++, Zn, Cr, Cl-, Pi dan S, sedangkan kandungan
kimia organik banyak macamnya. Ada dua kelompok besar kimia organik, yaitu
Anthraquinones dan Anthranols, yang tiap kelompoknya lebih dari sepuluh
senyawa, juga mengandung asam salisilat, saponin. Selain itu lidah buaya juga
mengandung protein (2,5% dari daun kering), karbohidrat dan lipid (lemak).
Lidah buaya juga mengandung vitamin B kompleks, vitamin A dan vitamin E.
Orang yang sedang hamil tidak boleh
minum obat yang mengandung lidah buaya, karena dalam dosis tinggi dapat
menyebabkan keguguran.
Apabila ingin memakai Lidah buaya
sebagai obat minum, satu helai daun dikupas dipotong dan direbus dengan tiga
gelas air hingga mendidih, kemudian disaring, dan diminum dijadikan tiga kali
sehari.
Dapat juga tanpa
mendidihkan/memasaknya, namun setelah dikupas setengah helai daun lidah buaya,
dipotong-potong menjadi bagian yang kecil, direndam dulu dengan air garam
sucukupnya selama setengah jam, dicuci sambil meremas-remas lalu ditiriskan,
kemudian ditambah setengah gelas air dan satu sendok madu diblender/dihancurkan
dengan sendok, diminum dua atau tiga kali sehari.
Sebenarnya kita agak ketinggalan, di
negara tetangga seperti Hongkong, Taiwan dan Cina, mereka sudah terbiasa
mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung lidah buaya. Mereka
mengkonsumsi dalam bentuk juice, manisan bahkan di campur dengan teh. Jika kita
mau berkreasi, daging lidah buaya sebenarnya bisa disajikan dalam beragam
masakan. Teksturnya kenyal dengan rasanya menyegarkan, sangat cocok untuk
campuran salad, tumisan, juice maupun manisan.
Di Eropa dan Amerika banyak minuman
yang mengandung gel lidah buaya dijual dalam berbagai macam kemasan, dan
dipromosikan lewat internet.
Sebagai obat luar, lebih baik
menggunakan daun lidah buaya yang baru dipetik, dipotong kemudian bagian yanng
seperti gel dioleskan pada daerah yang diperlukan. Hati-hati, harap dicoba dulu
dikulit yang sehat apa ada reaksi alergi atau tidak.